Pengaruh Lokasi Fisik Server Pada Kecepatan Website

Bagi sebagian orang, lokasi fisik server mungkin menjadi pertimbangan kesekian dalam memilih sebuah web server. Namun tahukah kamu apa bedanya server yang berlokasi di Indonesia, Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara? Lalu apa pengaruh lokasi server pada kecepatan website?

Posisi menentukan prestasi, kalimat tersebut cukup ngetop ketika saya kuliah dulu. Semakin dekat posisi duduk kamu dengan anak terpintar di kelas, semakin besar juga peluang untuk mendapat nilai bagus saat ujian. Tidak heran dulu kalau ujian banyak anak yang tiba-tiba merapatkan barisannya ke arah saya, ehem.

Namun tidak hanya dalam masalah perkuliahan, jargon tersebut rupanya juga berlaku dalam menentukan kecepatan akses sebuah website? Lho kok’ bisa?

Meski ada banyak faktor yang mempengaruhi cepat atau tidaknya akses sebuah website, jarak server memainkan peran penting.

Dalam hubungannya dengan pagespeed, semakin dekat alamat IP kamu dengan server yang akan kamu akses, semakin cepat pula akses ke situs yang kamu tuju.

Misalnya saja jika saya mengakses situs dengan server USA, maka data saya akan bolak-balik melewati benua Asia dan samudra Pasifik. Sedang bila saya mengakses situs dengan server lokal, data tersebut jelas akan menempuh jarak yang jauh lebih dekat.

Tidak hanya itu, jarak antara server dan IP pengguna juga berpengaruh pada jumlah ‘lompatan’ (hops) yang harus dilakukan sebuah data untuk sampai ke tujuannya. Secara teori, semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak pula proses pertukaran data yang dilakukan dari satu router ke router lainnya.

Jadi bila kamu bisa memilih letak server yang akan kau gunakan, mungkin ada baiknya kamu mempertimbangkan jarak server sesuai kebutuhanmu.

Lokasi Server dan Pengaruhnya pada SEO

Jujur saja, saya juga baru mengetahui hal ini ketika sedang mengumpulkan bahan untuk artikel ini. Ternyata letak fisik server juga memiliki pengaruh pada SEO meski tidak terlalu banyak. Seperti pada pernyataan Matt Cutts pada video berikut ini,

“We do absolutely try to return the most relevant results to each user in each country and server location in terms of IP address is a factor in that.”

“Kami berusaha untuk memberikan hasil pencarian yang relevan pada masing-masing user di setiap negara dan lokasi server, dalam hal ini alamat IP, adalah salah satu faktor penting.”

Situs Backlinko sendiri mencantumkan dua faktor yang berhubungan dengan lokasi fisik server sebagai salah satu penentu ranking sebuah website. Lokasi server diyakini bisa mempengaruhi ranking situs di setiap area geografis yang berbeda, terutama pada hasil pencarian yang menitikberatkan lokasi. Selain itu letak server juga memiliki pengaruh pada geo-targeting di mana Google akan mendahulukan situs dengan IP lokal dan website dengan ccTLD negara tersebut (Indonesia – .ID)

Memang Bisa Yah Memilih Letak Lokasi Server Sendiri?

Tidak selalu bisa, tapi kadang ada opsi untuk melakukannya.

Kebanyakan hosting memang membagi-bagi jenis layanan mereka berdasarkan lokasi server seperti Niagahoster yang memberikan paket Hosting IIX (Indonesia) dan shared hosting biasa yang menggunakan server luar negeri.

Beberapa layanan hosting lainnya seperti Hostinger memberi kamu opsi untuk memilih satu di antara server Asia-Pasifik yang berlokasi di Singapura, server Eropa yang berada di Belanda, atau server Amerika Utara yang bertempat di Amerika Serikat saat proses instalasi hosting.

Namun opsi untuk memilih letak fisik server biasanya ada pada layanan dedicated hosting ataupun cloud server. Contohnya saja Dewaweb yang saat tulisan ini dibuat memiliki 9 pilihan lokasi server. Untuk setiap pembelian paket cloud server DewaWeb kamu bisa memilih lokasi server mulai dari Singapore, Tokyo, San Jose, Seattle, Chicago, Dallas, Utah, Washington, hingga London.

Apa Bukti Pengaruh Lokasi Server Pada Kecepatan Akses Website?

Kebetulan saya juga penasaran, jadi mari sama-sama cari tahu.

Untuk memeriksa kecepatan respon sebuah website, kita bisa memakai ping test yang bisa kamu lakukan dari komputer kamu. Cukup buka command prompt dengan menekan shortcut Win + R lalu ketik cmd. Setelah itu kita hanya perlu mengetik ping yang diikuti nama website seperti contoh ping bisablog.com.

Namun untuk memeriksa kecepatan akses website pada percobaan kali ini, saya akan menggunakan tools gratis, Sucuri Load Time Tester. Meski tidak selengkap tools speed test lainnya, Sucuri Load Time Tester mampu membandingkan kecepatan akses dari beberapa server sekaligus dari seluruh dunia, jadi cocok nih untuk percobaan kali ini.

Untuk mengetahui di mana lokasi server yang digunakan oleh sebuah website, saya memakai situs https://check-host.net/ untuk melihat dari mana alamat IP situs tersebut berasal. Dan setelah mencari-cari, ketemu deh tiga korban untuk percobaan saya sekarang.

Berikut adalah hasil tes salah satu blog Niagahoster yang memiliki server di Singapura.

Kalau yang ini hasil tes salah satu blog SEO lokal yang menggunakan server USA (Houston, Texas).

Dan yang satu ini hasil tes salah satu blog pribadi lokal yang memakai server Eropa (Kopenhagen, Denmark)

Dari ketiga screenshot tersebut, kamu mungkin sudah bisa mengambil kesimpulan sendiri. Tergantung di mana lokasi IP/server tersebut berada, semakin dekat dengan server, semakin cepat pula akses yang bisa kamu dapat.

Meski begitu tetap saja ada anomali seperti pada hasil test server Singapura di mana server India memiliki waktu koneksi yang cukup lama meski sama-sama berada di Asia. Bahkan lama waktu koneksi yang dibutuhkan menyamai server Amerika yang secara geografis berada lebih jauh dibandingkan India.

Hal ini tentu disebabkan alasan lain seperti kualitas insfrastruktur dan server yang dimiliki, namun secara umum kita bisa menyimpulkan kalau letak fisik sebuah server memang memiliki pengaruh pada kecepatan akses dari lokasi tertentu.

Percobaan berikutnya yang akan kita lakukan adalah mencari rute yang diambil bila kita mengakses sebuah website. Secara teori, semakin jauh letak sebuah server, semakin banyak pula titik yang harus dilalui. Kamu dapat mencobanya sendiri dengan menggunakan perintah tracert melalui command prompt.

Pada contoh kali ini, saya akan menggunakan tools traceroute online dari traceroute-online.com. Situs ini sendiri memakai server Digital Ocean yang berasal di San Fransisco sebagai titik awal. Dari tiga situs yang saya coba, saya mendapatkan hasil seperti screenshot di bawah ini. Saya kira kamu sudah bisa menyimpulkannya sendiri dan saya tidak perlu lagi membahasnya secara panjang-lebar.

1. Hasil traceroute server Amerika – Singapura
2. Hasil traceroute server Amerika – Amerika
3. Hasil traceroute server Amerika – Eropa

Lokasi Server yang bisa dipilih

IIX – Server Indonesia

Sesuai dengan namanya, server yang satu ini lokasinya berada di Indonesia. Dengan begitu server ini akan cocok digunakan untuk kamu yang mengincar pasar Indonesia dan memang memiliki pengunjung yang kebanyakan berasal dari Indonesia.

Dengan jarak yang cukup dekat, akses pengunjung dari pengguna di kota-kota Indonesia umumnya lebih cepat dibanding bila kamu memakai server USA.

Namun satu kelemahan server Indonesia adalah lambatnya akses dari luar negeri meski mutu bandwidth internasional bervariasi tergantung masing-masing data center.

Hal ini sedikit banyaknya akan berpengaruh pada layanan luar negeri yang kamu gunakan seperti layanan email ataupun browser.

Jadi bila kamu ingin memakai server Indonesia, periksa dulu bandwidth Internasional yang mereka tawarkan.

SG – Singapore

Server yang berlokasi di Singapura ini adalah alternatif terbaik untuk kamu yang menginginkan akses lokal yang cepat dan koneksi internasional yang memadai. Penggunaan server ini sangat populer di Indonesia dan banyak ditawarkan sebagai layanan unggulan oleh penyedia hosting.

Apa keuntungannya memilih lokasi website saya di Singapura daripada di Indonesia?

Ada beberapa hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan:

  1. Singapura berada sangat dekat dengan Indonesia dimana semua ISP di Indonesia pasti punya direct peering dengan network di Singapura.
  2. Latency network dari Indonesia ke Singapura hanya sekitar 15-20 miliseconds dan packet loss hampir tidak ada.
  3. Infrastruktur Internet dan datacenter di Singapura jauh lebih baik dibanding di Indonesia (supply listrik, keamananan, kualitas network, peering, dan lain-lain).
  4. Singapura memiliki koneksi internasional lebih bagus sehingga website yang di-hosting di sana akan tetap bisa cepat diakses dari USA, Eropa, atau China. Coba bandingkan kalau website di-hosting di server Indonesia dan coba diakses oleh teman yang berada di New York.
  5. Reputasi IP address di Singapura lebih baik dibanding IP address Indonesia yang terkenal banyak kasus penipuan dengan kartu kredit, sehingga banyak IP address Indonesia yang diblokir oleh ISP dan website e-commerce dari luar.
  6. Faktor SEO juga harus dipertimbangkan. Reputasi IP dan kecepatan network mempengaruhi ranking website di Google dan search engine lainnya.

(sumber: dewaweb.com)

USA – Server Amerika

Server Amerika cocok digunakan untuk kamu yang mengincar target pengunjung internasional, termasuk pengunjung lokal dari Indonesia. Lokasinya secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • USA West Coast dengan lokasi server di kota-kota seperti Seattle, San Jose, Los Angeles, atau San Francisco.
  • USA East Coast dengan lokasi server di kota-kota seperti Atlanta, Miami atau New York.

Meski secara geografis USA West Coast Server lebih dekat dengan Asia-Pasifik, koneksi keduanya tidak berbeda jauh karena umumnya mereka sudah dilengkapi dengan koneksi backbone fiber optic yang super ngebut.

Penggunaan server USA sendiri cukup populer di kalangan blogger Indonesia meski kebanyakan pengunjungnya berasal dari dalam negeri juga. Infrastruktur yang baik dan harga yang cukup terjangkau membuat hosting luar negeri dengan server USA memiliki cukup banyak peminat, apalagi bila kamu juga mengincar ranking yang memadai pada search engine.

Eropa – Belanda/UK/Skandinavia/Jerman

Server yang berlokasi di negara Eropa kecepatannya cenderung 11-12 alias tidak jauh berbeda dengan kecepatan server yang berlokasi di USA. Kebanyakan memiliki infrastruktur yang baik dan kualitas data server yang unggul namun tetap memiliki harga yang terjangkau.

Penutup

Dari percobaan di atas, lokasi fisik sebuah server memang berpengaruh pada kecepatan akses website itu sendiri. Namun besarnya pengaruh lokasi server tersebut masih tergantung banyak faktor lain seperti infrastruktur dan sarana penunjang lain serta kualitas koneksi antara server dan client. Yang mungkin tidak banyak orang tahu, pengaruh lokasi server juga bisa dirasakan pada SEO di mana Google akan mendahulukan situs-situs lokal dalam hasil pencarian yang dilakukan di suatu negara tertentu.

Bila bisa memilih letak server kamu sendiri, saya harap artikel ini bisa membantu dalam memilih lokasi server yang cocok dengan target pengunjung website kamu.

Apakah kamu memiliki opsi untuk memilih lokasi server kamu sendiri? Jangan segan untuk berbagi pengalamanmu pada kolom komentar di bawah ini yah!
Pos Terkait:

2 thoughts on “Pengaruh Lokasi Fisik Server Pada Kecepatan Website”

  1. Nice artikel. Sebenarnya saya cukup dilema dalam menentukan lokasi server. Yang pertama, saya memilih singapore karena aksesnya cepat dan lokasinya baik untuk pengunjung asia pasifik. yang kedua, saya menginginkan lokasi New York karena kita semua tau pusat data center ada disana. dan lokasi newyork juga bisa diakses seluruh dunia tanpa hambatan dan tentu ada faktor SEO nya.

    Siapa tau mas ada saran bisa berbagi tentang masalah diatas.

    1. Syafiq Salman

      Hi diarytips

      Jawabannya sama seperti kesimpulan di atas, disesuaikan saja sama target pengunjungnya. Kalau memang targetnya pembaca lokal, pilih server Singapura atau Indonesia ga ada masalah. Coba iseng-iseng deh cek lokasi server berita2 lokal seperti Detik atau Kompas pakai check-host.net, kebanyakan pakai server yang lokasinya dekat (Indonesia/Singapura). Hmmm, kira2 kenapa yaaaaah?

      Kalau untuk masalah SEO saya sudah bahas di atas. Ada kecenderungan untuk mendahulukan situs dengan server lokal di hasil pencarian Google. Sebagai contoh kalau saya cari keyword “review hostinger”, maka akan banyak muncul review Hostinger dari beberapa situs lokal. Tapi kalau saya pakai VPN dan pakai server dari lokasi di negara lain, hasil pencarian saya akan disesuaikan dengan asal negara tersebut. Silahkan dicek sendiri.

      BTW, bukannya saya melarang pakai server luar yah! Data-data di atas hanya sebagai perbandingan saja. Server luar sendiri memang terkenal memiliki infrastruktur yang bagus, satu-satunya hambatan biasanya ada pada mutu koneksi dari dalam ke luar negerinya. Dan kalau memang mengincar SEO global, gak salah juga pakai jasa hosting luar negeri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.