Cara Kloning Website dengan Staging WordPress

Mau utak-atik website WordPress tanpa mengganggu kenyamanan pembaca? Ternyata ada lho cara mudahnya. Cukup dengan membuat kloning website memakai Staging WordPress saja!

Jika kamu memakai hosting dengan cPanel dengan Softaculous, ada fitur keren yang bisa kamu pakai untuk melakukan perubahan apapun pada website kita tanpa mempengaruhi website asli. Namanya Staging WordPress.

Dengan fitur ini, kita seperti membuat kloningan website kita sendiri. Semua isi serta tampilannya benar-benar mirip. Asyiknya lagi, semua perubahan yang kita lakukan nantinya bisa kita terapkan dengan mudah di web asli kita.

Jadi buat kamu yang penasaran apa itu Staging WordPress dan bagaimana cara melakukannya, dengan atau tanpa plugin, simak terus artikel ini yah!

Apa Itu WordPress Staging?

Seperti saya sebut sebelumnya, Staging WordPress adalah salah satu fitur yang disediakan oleh cPanel. Cara kerja Staging WordPress adalah dengan menduplikat website kita dan memasangnya pada subfolder dari folder utama instalasi WordPress kita. Dengan begitu, baik tampilan maupun isi website hasil Staging ini akan mirip dengan website yang kita salin.

Fungsi Staging WordPress sendiri beragam, tergantung bagaimana kamu memakainya. Karena website hasil Staging adalah website yang berbeda, maka perubahan yang kita lakukan pada website ini tidak akan mempengaruhi website asli kita. Dengan begitu, WordPress Staging akan berguna, terutama untuk:

  1. Mencoba tema atau plugin baru
  2. Melakukan update major pada core WordPress
  3. Menambahkan fitur baru pada website WordPress

Selain jauh lebih minim resiko, melakukan perubahan pada website WordPress dengan Staging tidak akan mempengaruhi kenyamanan pengunjung. Dan jika dibandingkan dengan menduplikat situs kita di localhost, menggunakan Staging juga lebih baik karena perubahan dilakukan di ‘environment’ yang sama. Selain itu jika kita ingin menerapkan perubahan pada website utama, caranya jauh lebih mudah!

Perhatikan Hal Ini Sebelum Belajar Cara Staging WordPress!

WordPress Staging adalah hal yang cukup mudah. Namun sebelum melakukannya, ada satu syarat penting yang harus kamu perhatikan.

Karena kita akan menduplikat website, maka kamu harus memiliki resource yang cukup, terutama storage. Jadi sebelum memasang staging, pastikan kapasitas storage serta jumlah Inode kamu cukup yah!

Cara Install dan Konfigurasi Staging WordPress

Untuk melakukan staging, kita tidak perlu plugin atau tools lain dari pihak ketiga. Semua bisa dilakukan dengan fitur bawaan cPanel dan Softaculus. Namun jika kamu memilih untuk melakukannya dengan plugin, langsung saja scroll ke bawah untuk mengetahui plugin apa yang bisa kamu pakai untuk Staging WordPress.

1. Login ke cPanel

Pertama-tama, silahkan login dulu ke cPanel.

2. Pilih menu Softaculus Apps Installer

Setelah itu cari menu Softaculus Apps Installer. Jika kamu tidak menemukan menu ini, cari menu yang namanya mirip.

Pilih menu Softaculus App installer dari cPanel untuk memulai staging WordPress
Pilih menu Softaculus App installer dari cPanel

3. Pilih instalasi WordPress

Jika kamu sudah pernah mengistall WordPress sebelumnya, maka pada menu INSTALLATIONS akan terlihat jumlah website WordPress yang kamu buat di hosting ini. Klik pada bagian INSTALLATIONS tersebut untuk memulai cara Staging WordPress.

Klik menu Installation untuk melihat semua website yang terpasang di hosting
Klik menu Installation untuk melihat semua website yang terpasang di hosting

4. Klik tombol staging WordPress

Pada langkah selanjutnya, kamu bisa melihat daftar situs yang ada di hosting kamu. Untuk membuat kloning website tersebut dengan staging WordPress, klik tombol STAGING WORDPRESS seperti pada contoh gambar berikut ini.

Klik tombol Staging WordPress untuk mulai membuat kloning website
Klik tombol Staging WordPress untuk mulai membuat kloning website

4. Atur konfigurasi staging WordPress

Pada langkah ini kita akan mengatur konfigurasi yang kita butuh untuk melakukan Staging WordPress. Beberapa penjelasan mengenai langkah-langkah di sini antara lain:

  • Live Installation URL: Link website yang kita kloning. Biasanya akan terisi secara otomatis jika kita hanya memiliki satu website saja. Sebagai contoh, pada tutorial ini saya akan mengkloning website bisablog.com. jadi pada Live Installation URL akan terlihat https://bisablog.com
  • Choose Protocol: Pilih prefix situs sesuai dengan situs yang akan kita kloning. Apakah memakai HTTP atau HTTPS, memakai WWW atau non-WWW.
  • Choose Domain: Pilih nama domain yang websitenya akan kamu duplikat. Jika kamu hanya punya satu website maka kolom isian ini akan terisi secara otomatis.
  • In Directory: Sub-direktori di mana kita akan membuat kloningan website kita. Isi dengan sembarang nama yang mudah diingat dan belum pernah kamu gunakan di website kamu. Contoh: ‘Staging’
  • Database Name: Prefix yang akan ditambahkan pada database baru. Bedakan dengan prefix pada database lain yang pernah kamu buat.
Atur konfigurasi staging WordPress sebelum menduplikat website
Atur konfigurasi staging WordPress sebelum menduplikat website

5. Buat staging WordPress

Jika kamu sudah mengisi semua konfigurasi di atas, klik tombol CREATE STAGING. Setalah itu kamu hanya perlu menunggu sampai proses selesai.

Setelah prosesnya selesai, kamu bisa melihat pesan sukses beserta cara untuk mengakses website baru tersebut.

6. Login ke website hasil staging WordPress

Untuk bisa login, kamu hanya perlu menambahkan nama in-directory yang sebelumnya kamu masukan. Link untuk login ini juga bisa kamu lihat di pesan sukses setelah instal staqging WordPress.

Sebagai contoh, di atas saya menggunakan nama ‘staging’ pada kolom In Directory. Maka URL website baru saya adalah:

https://bisablog.com/staging

Sedangkan untuk masuk ke dasbor WordPress, saya bisa login melalui URL,

https://bisablog.com/staging/wp-admin

Untuk username dan password akan mengikuti website utama.

Bagaimana Cara Membuat Website Hasil Staging Menjadi Website Utama

Jika perubahan yang kamu lakukan pada website baru hasil Staging WordPress sudah memuaskan, kita bisa membuat website ini menjadi website utama dalam beberapa langkah mudah.

Untuk caranya, kita hanya perlu login kembali ke cPanel dan cari menu Softaculous App Installer, lalu klik menu INSTALLATION.

Setelah selesai membuat website staging, kamu bisa melihat nama website tersebut di sini. Bedanya pada website kloningan akan terdapat satu tombol tambahan bernama PUSH TO LIVE.

Tombol Push to Live pada websiote hasil Staging
Tombol Push to Live pada website hasil Staging

Jika kita ingin membuat website hasil Staging WordPress menjadi live, maka kita hanya perlu menekan tombol tersebut saja. Pada prosesnya, semua file serta database yang ada di instalasi awal akan dihapus, dan diganti dengan file dan database baru yang dimiliki website Staging. Selesai!

Cara Staging WordPress dengan Plugin

Jika kamu tidak mau memakai menu bawaan cPanel, atau jika kamu tidak menemukan menu Softaculous, kamu bisa juga melakukan Staging dengan bantuan plugin.

Satu plugin terbaik untuk Staging adalah WP Staging – DB & File Duplicator & Migration buatan WP-Staging. Proses pembuatannya sendiri tidak jauh berbeda dengan cara sebelumnya, hanya saja kini kamu melakukannnya melalui dasbor WordPress.

Plugin WP Staging untuk memudahkan proses staging dari dasbor WordPress
Plugin WP Staging untuk memudahkan proses staging dari dasbor WordPress

Penutup

Staging WordPress adalah cara yang sangat berguna untuk melakukan perubahan pada website WordPress tanpa mengganggu kerja website kita.

Dengan prinsip yang mirip dengan menduplikat website, perubahan yang kita lakukan tidak akan mengganggu kenyamanan pengunjung. Asyiknya lagi, perubahan yang kita lakukan nantinya bisa diterapkan pada website utama kita dengan mudah hanya dengan satu klik saja. Jadi tidak perlu lagi deh menginstall WordPress di Localhost saat mengembangkan website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like