JPEG, PNG, GIF? Mana yang Bagus untuk Website Saya?

Gambar adalah salah satu elemen penting dalam sebuah website. Selain mempercantik tampilan artikel, gambar juga bisa membantu pembaca untuk lebih memahami tulisan yang kita buat.

Di antara semua format gambar yang ada, JPEG, PNG, dan GIF rasanya menjadi pilihan yang paling populer. Selain mampu menyimpan data gambar dengan baik, format gambar tersebut juga disupport oleh banyak aplikasi pengolah gambar dan browser-browser populer.

Meski JPEG, PNG, dan GIF bisa dipakai untuk menyimpan gambar apapun, ketiganya memiliki kelebihan masing-masing yang membuatnya lebih cocok untuk dipakai menyimpan gambar tertentu. Salah pakai, ukuran gambar bisa menjadi lebih besar dan bisa membuat website kamu lambat.

Karena itulah, jika kamu ingin membuat loading website lebih cepat, kamu bisa memulainya dengan mengoptimalkan gambar. Salah satunya adalah memakai format gambar yang tepat. Makanya, cari tahu dulu yuk beda JPEG, PNG, dan GIF!

Apa Bedanya JPEG, PNG, dan GIF?

1. JPEG

JPEG adalah kepanjangan dari Joint Photographic Experts Group yang merupakan komite yang membuat standard untuk format JPEG dan format gambar lainnya.

Sejak dipublikasikan pada tahun 1992, JPEG menjadi salah satu format gambar pouler yang banyak dipakai di mana saja dan disupport oleh semua aplikasi pengolah gambar yang ada.

JPEG sendiri merupakan format gambar 24-bit yang artinya sebuah gambar dalam format ini mampu menampilkan gambar hingga 16.8 juta warna yang berbeda. Ini membuat JPEG menjadi format yang sempurna untuk menampilkan foto dan gambar kompleks seperti pemandangan alam atau foto hasil jepretan kamera lainnya.

Foto dan hasil jepretan kamera lainnya akan lebih baik disimpan dalam format JPEG
Foto dan hasil jepretan kamera lainnya akan lebih baik disimpan dalam format JPEG

Metode kompresi yang dipakai JPEG adalah lossy compression. Ini artinya gambar JPEG dapat disimpan dalam ukuran yang jauh lebih kecil tanpa mengurangi kualitasnya secara kasat mata.

Meski bekerja sempurna dalam menampilkan gambar foto kompleks yang terdiri dari jutaan warna, format JPEG justru bekerja kurang maksimal pada gambar yang memiliki sedikit warna. Sebagai contoh, gambar infografis, logo, atau komik akan lebih baik disimpan dalam format berikutnya.

2. PNG

Portable Network Graphics (PNG) adalah format gambar yang sama populernya dengan JPEG dan banyak dipakai untuk website.

PNG hadir dalam dua format, PNG-8 dn PNG-24. Perbedaan keduanya ada pada banyak warna yang bisa mereka tampilkan. Format PNG-8 hanya bisa menampilkan 256 warna saja, sementara PNG-24 mampu menyimpan jutaan warna seperti format JPEG.

Tidak seperti JPEG, metode kompresi yang dipakai PNG adalah loseless compression. Hal ini membuat gambar yang disimpan tetap memiliki kualitas serta detail yang sama dengan gambar aslinya. Meski begitu, hal ini akan membuat ukuran gambar menjadi lebih besar. Inilah yang membuat PNG-24 tidak sepopuler format JPEG dalam menyimpan gambar untuk dipakai di intenet.

Meski begitu, PNG-8 adalah format terbaik jika kita ingin menyimpan gambar sederhana dengan sedikit warna, gambar dengan transisi warna yang mencolok, atau gambar yang kita ingin pertahankan detailnya.

Sebagai contoh, format PNG akan cocok untuk menyimpan gambar chart, infographic, gambar berisi tulisan, atau gambar kartun. Jika kita menyimpan gambar tersebut pada format JPEG, umumnya kita akan mendapatkan hasil yang buram dan merusak detail yang ada.

PNG lebih baik jika dipakai untuk menyimpan gambar dengan sedikit warna dan gambar dengan transisi warna yang mencolok
PNG lebih baik jika dipakai untuk menyimpan gambar dengan sedikit warna dan gambar dengan transisi warna yang mencolok

Tidak hanya itu, salah satu kelebihan lain dari PNG adalah adanya support transparansi. Jika kamu pernah menghapus background foto, umumnya gambar akan disimpan dalm format PNG. Jika disimpan dalam format JPEG, transparansi tersebut akan hilang dan tergantikan dengan warna solid.

Karena itulah, membuat PNG menjadi pilihan yang cocok untuk menyimpan logo, ikon, atau gambar lain yang ingin kamu buat menyatu dengan elemen lain di sebuah website.

3. GIF

Tidak seperti dua format di atas, Graphic Interchange Formats (GIF) memiliki satu fungsi yang unik. Jika PNG dan JPEG hanya bisa dipakai untuk menyimpan gambar statis, GIF bisa dipakai untuk menyimpan gambar bergerak (animasi). Namun kelebihan ini membuat uikuran file GIF menjadi lebih besar karena ada banyak frame yang disimpan dalam satu file.

Satu kekurangan lain dari GIF adalah warnanya yang terbatas hanya 256 saja. Jika kita memakai transparansi, maka palet warna yang tersedia akan berkurang 1 warna. Dengan jumlah warna sebanyak ini, akan sulit untuk menampilkan gambar dengan warna yang lebih kompleks.

Jika dipakai untuk menyimpan gambar dengan jumlah warna terbatas, GIF bisa menyimpan file dalam ukuran yang lebih kecil dibanding format JPEG. Namun pada gambar yang lebih kompleks, ukuran file GIF bisa lebih besar dibanding PNG dan JPEG.

Karena itulah, GIF akan lebih cocok dipakai menyimpan gambar kecil dengan variasi warna yang sedikit seperti logo, ikon, dsb.

Kesimpulan

Pada kebanyakan situs, JPEG, PNG, dan GIF adalah format terbaik yang bisa digunakan sesuai dengan gambar yang ingin kita tampilkan.

Jika gambar tersebut memiliki tingkat warna yang kompleks dan ingin kamu gunakan dalam ukuran yang kecil, maka kamu bisa memakai format JPEG. Namun jika kamu ingin mempertahankan detail gambar tersebut, maka kamu bisa menyimpannya dalam format PNG.

Jika kamu ingin menyimpan gambar hasil screenshot atau gambar dengan warna yang sedikit seperti gambar-gambar yang banyak kamu temukan di website ini, maka pilihan terbaik adalah menyimpannya dalam format PNG. Selain menghasilkan ukuran yang lebih kecil, tampilan gambarnya akan tetap tajam dan tidak blurry.

Sedangkan untuk gambar bergerak, maka pilihannya hanya GIF saja. Namun perhatikan dimensi gambar saat membuat file GIF agar ukurannya tidak membengkak;

Sebagai penutup, jika kamu masih bingung kapan harus memakai format JPEG, PNG, atau GIF, daftar ini mungkin akan membantu.

  • JPEG: Foto, gambar yang memiliki warna gradasi
  • PNG: Screenshot dari komputer atau website, gambar dengan jumlah warna yang tidak terlalu banyak (<256 warna), logo, ikon, gambar hasil capture dari sosial media
  • GIF: Gambar bergerak (animasi), gambar dengan ukuran kecil dan memiliki sedikit warna.

Dah, saya harap kamu bisa mengerti perbedaan JPEG, PNG, dan GIF serta tahu kapan harus memakai format gambar tersebut. Jika kamu memiliki saran dan pertanyaan, langsung saja tulis komentar kamu di bawah ini yah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like