Cara Mengoptimalkan Tag dan Kategori pada WordPress

Untuk mengelompokan pos dalam satu tema yang sama, kita dapat memakai tag dan kategori. Bila kamu memakai keduanya, saya akan memberi sedikit tips dan trik untuk mengoptimalkan kategori dan tag pada WordPress.

Kategori dan tag adalah dua cara yang bisa dilakukan untuk menandai pos yang berada pada satu topik yang sama.

Meski secara teknis sama, ada perbedaan antara kategori dan tag. Kategori bersifat umum sementara tag lebih bersifat khusus.

Setelah kamu selesai mengkategorikan dan memberi tag pada pos, ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan kategori dan tag pada WordPress.

1. Memberi deskripsi jelas pada Kategori dan Tag

Bila kamu memiliki waktu, beri deskripsi jelas pada kategori dan tag yang kamu pakai.

Tergantung tema yang digunakan, deskripsi ini nantinya akan muncul bila kamu mengakses laman berdasarkan tag / kategori tertentu.

Contoh deskripsi kategori yang muncul pada laman kategori.
Contoh deskripsi kategori yang muncul bila kamu mengakses laman dengan kategori tertentu.

Deskripsi kategori bahkan bisa muncul pada hasil pencarian Google lho!

Sebagai contoh, saat saya mencari keyword “Best WordPress Tutorials”, pada salah satu hasil pencarian muncul slug URL dari kategori wordpress-tutorials yang dimiliki oleh situs firstsiteguide. Dan bila diklik, link tersebut akan membawa kamu ke laman kategori wordpress tutorial web tersebut.

Contoh deskripsi kategori yang muncul pada hasil pencarian
Contoh deskripsi kategori yang muncul pada hasil pencarian Google.

Untuk memberi keterangan singkat pada Kategori dan Tag, masuk ke menu POS » TAG atau POS » KATEGORI dan isi kolom isian Deskripsi.

2. Memanfaatkan link menuju laman kategori dan tag

Internal linking adalah salah satu elemen penting dalam blogging untuk menghubungkan dua pos berbeda yang sama-sama berada pada satu website.

Secara SEO, internal linking bisa membantu ‘mendongkrak’ ranking pos yang kurang populer serta memberi kemudahan bagi pengunjung untuk melompat dari satu pos ke pos lainnya.

Namun dalam penggunaannya, internal linking biasanya dilakukan untuk mengarahkan pembaca ke pos tertentu, padahal kita juga bisa mengarahkan pembaca ke laman kategori/tag tertentu.

Agar lebih jelas, kamu bisa melihat contoh pada blog ini.

Bisablog sendiri berisi panduan blogging dengan WordPress dan Blogger. Untuk mengarahkan pembaca yang tertarik dengan salah satu tutorial yang ada pada bisablog, saya bisa saja menuliskan kalimat berikut pada salah satu paragraf,

Bila kamu tertarik dengan artikel semacam ini, jangan lupa untuk melihat kumpulan tutorial WordPress kami yang lainnya.

Pada link dengan anchor text di atas, saya mengarahkan pembaca menuju laman kategori ‘Tutorial’ yang ada pada bisablog.com.

3. Tidak Menggunakan Kategori atau Tag dalam Permalink

Permalink pada situs WordPress dapat ditulis dalam berbagai macam format. Opsi penulisan permalink sendiri dapat kamu lihat pada menu SETTING » PERMALINK.

Ada banyak format permalink yang bisa kamu pilih, salah satunya adalah permalink dengan menggunakan kategori dan tag.

Meski begitu, ada beberapa alasan kenapa ada baiknya kamu menghindari permalink dengan format tersebut, antara lain:

  • URL sebuah pos menjadi lebih panjang.
  • Pos bisa saja memiliki lebih dari satu kategori.
  • Kategori yang kamu gunakan bisa saja berubah.
  • Sebuah pos bisa saja berpindah dari satu kategori ke kategori lain.

Dan untuk kamu yang memakai permalink dengan nama kategori untuk mendongkrak keyword yang kamu incar, Matt Cutts sendiri mengatakan bahwa hal ini tidak jauh berbeda dengan meletakan keyword pada permalink.

Namun bila kamu terlanjur memakai permalink dengan kategori dan tag, kamu harus membaca poin selanjutnya.

4. Mengoptimalkan SEO pada Kategori dan Tag WordPress

Satu kelemahan yang sering disebutkan dalam pemakaian permalink dengan tag dan kategori ada hubungannya dengan SEO.

Masalah yang umum terjadi adalah munculnya ‘anggapan’ konten duplikat pada pos yang memiliki lebih dari satu kategori.

Misalnya saja ada pos yang memilik dua kategori, yaitu kategori1 dan kategori2. Dengan begitu, pos tersebut akan muncul pada URL /kategori1/nama-pos dan /kategori2/nama-pos dengan konten yang sama persis.

Untuk mengatasinya, ada dua cara yang bisa kita lakukan.

Cara pertama adalah dengan menampilkan kutipan (excerpt) dan bukan tampilan penuh konten. Excerpt sendiri biasanya diatur di bawah 100 kata dan ini bisa menghindarkan kamu dari masalah duplicate content.

Hal ini sendiri mungkin tidak perlu kamu lakukan secara manual karena hampir semua tema yang ada sudah melakukan hal ini. Namun untuk berjaga-jaga tentu tidak ada salahnya kalau kamu mengeceknya sekali lagi.

Cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberi noindex dan nofollow pada laman kategori dan tag. Dengan begitu mesin pencari tidak akan merayapi dan mengindeks laman tersebut.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan memakai plugin Yoast SEO yang mungkin sudah kamu miliki saat ini.

Cukup masuk ke menu SEO » SEARCH APPEARANCE dan pilih menu tab TAXONOMIES. Di situ kamu hanya perlu klik NO pada opsi Show Categories/tags in search result?

Dengan cara ini, laman kategori dan tag akan berstatus noindex dan tidak akan tercantum pula pada sitemap.

Penutup

Merekap kembali semua poin di atas, tips dan trik untuk mengoptimalkan kategori dan tags pada WordPress dapat kamu lakukan dengan empat cara berikut:

  1. Memberi deskripsi jelas pada Kategori dan Tag.
  2. Memanfaatkan link menuju laman kategori dan tag.
  3. Tidak Menggunakan Kategori atau Tag dalam Permalink.
  4. Mengoptimalkan SEO pada Kategori dan Tag WordPress dengan noindex.

Apakah kamu memiliki tips dan trik lain yang belum disebutkan di sini? Jangan segan untuk berbagi dengan berkomentar di bawah ini yah!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *