Apa Bedanya Add-on Domain, Subdomain, dan Parked Domain?

Add-on domain? Parked domain? Sub-domain? Bingung? Ketiga fitur tersebut seringkali terlampir pada spesifikasi hosting, namun mungkin tidak banyak yang tahu apa sih perbedaan ketiganya? Biar tidak makin bingung, baca terus artikel ini yah!

Apa sih Add-on Domain? Kalau Parked domain maksudnya apa? Terus Sub-domain bedanya apa sama domain biasa?

Meski sama-sama memiliki nama ‘domain’, ketiga istilah tersebut memang seringkali membuat bingung. Apalagi bila dijelaskan kalau ketiganya bisa sama-sama digunakan pada satu hosting yang sama.

Domain-domain tambahan ini juga kerap menjadi andalan sebuah hosting dan sering dilampirkan pada daftar spesifikasi paket yang mereka tawarkan.

Contoh saja Niagahoster yang menawarkan UNLIMITED Add-on domain, UNLIMITED parked domain, dan UNLIMITED subdomain untuk setiap pembelian paket Personal dan Bisnis.

Dapatkan hosting + Unlimited Add-on Domain di Niagahoster
( WordPress + Free Domain + Unlimited Storage + Unlimited Bandwidth + Free SSL )

Hmm, memang apa untungnya punya domain tambahan?

Tergantung untuk apa domain tambahan tersebut, masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Agar kamu bisa menggunakannya dengan baik, ada baiknya kita lihat dulu perbedaan ketiganya.

Primary / Main Domain

Setiap paket hosting pasti selalu dipasangkan dengan satu nama domain utama (primary/main domain). Domain utama inilah yang menjadi alamat primer yang digunakan untuk mengakses situs kamu.

Contohnya saja nama domain bisablog.com ini yang saya pasangkan dengan hosting dari Niagahoster.

Sub-domain

Subdomain adalah bagian dari nama domain utama yang penulisannya dilakukan dengan menambah prefix sebelum nama domain utama. Dan kamu tidak perlu membeli nama domain lagi untuk membuat subdomain.

Penggunaan subdomain seringkali dilakukan untuk membagi-bagi website berdasarkan fungsi dan kegunaan lainnya. Meski nantinya memiliki nama domainnya sendiri, pengunjung akan dapat dengan mudah mengenalinya karena nama subdomain masih terkait dengan nama domain utama.

Contoh penggunaan subdomain dapat kamu lihat pada situs detik.com yang membagi-bagi websitenya dalam beberapa kategori seperti sport.detik.com, inet.detik.com, atau travel.detik.com.

Parked Domain

Seperti namanya, parked domain adalah domain yang ‘diparkir’ dan hanya digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke nama domain utama kamu.

Parked domain juga sering disebut Alias karena meski namanya berbeda, baik parked domain maupun domain utama akan sama-sama mengarah ke situs yang sama.

Ini akan sangat berguna bila kamu memiliki beberapa nama domain dan ingin agar semuanya mengarah ke nama domain kamu.

Contohnya bila kamu memiliki sebuah brand dengan nama domain brandkece.com lalu kamu membeli semua varian nama domain tersebut di brandkece.net, brandkece.org, brandkece.biz, dll dan mengarahkan semua nama domain tersebut ke domain utama kamu.

Add-on Domain

Add-on Domain adalah domain tambahan yang kita tambahkan ke domain utama dari suatu paket hosting tertentu. Dengan add-on domain, kamu dapat membuat satu website baru pada hosting yang kamu gunakan. Namun untuk menggunakannya, kamu perlu membeli nama domain terlebih dahulu.

Tidak seperti subdomain, add-on domain adalah website terpisah yang memiliki alamat dan konten yang berbeda dengan domain utama. File yang dimiliki keduanya pun diletakan pada folder yang terpisah.

Satu catatan penting sebelum menggunakan add-on domain, setiap hosting memilik resourcenya masing-masing. Dan bila kamu membuat dua website dalam satu hosting, resource tersebut akan terbagi-bagi dan mungkin bisa membawa kendala tersendiri dalam penggunaannya.

Selain itu hal ini akan mempersulit kamu bila di kemudian hari kamu ingin memindahkan situs dengan addon domain ke hosting lainnya karena domain tersebut ‘melekat’ dengan nama domain utama kamu.

Penutup

Seperti kamu lihat, ada banyak cara untuk menggunakan nama domain pada sebuah web hosting. Baik subdomain, parked domain, dan add-on domain memiliki fungsi masing-masing yang bisa kamu manfaatkan.

Untuk masalah pemasangan, setiap hosting memiliki caranya masing-masing. Pastikan kamu berkonsultasi langsung atau melihat tutorial yang sudah mereka sediakan.

Apakah kamu juga menggunakan domain tambahan? Jangan segan untuk berbagi ceritamu di komentar di bawah ini.

Leave a Reply

Close Menu
0 Shares
Share
Tweet
+1
Stumble