Jangan Sampai 3 Sifat Ini Menghalangi Kamu Dalam Menulis dan Membuat Konten!

Sebagai mantan blogger pemula, saya kira ada beberapa sifat negatif yang sering menghalangi kita untuk menulis dan membuat konten, terutama bila kamu baru saja memulainya. Saya harap sedikit pengalaman saya dalam menulis dapat membantu kamu mengatasi rintangan-rintangan tersebut.

Berbeda dengan artikel tutorial yang biasa saya buat, kali ini saya akan sedikit berbicara mengenai menulis untuk blog.

Jujur saja, sebelum memiliki blog, saya bukanlah orang yang gemar menulis.

Bahkan untuk sekedar membuat diary saja saya belum pernah membuatnya. (OMG! Diary! Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk membuatnya.)

Satu-satunya tulisan yang saya buat agar bisa dibaca orang lain hanya berupa balasan postingan pada beberapa forum yang saya ikuti saja.

Jadi kebayang kan betapa sulitnya ketika saya harus membuat tulisan yang jauh lebih panjang?

Sama seperti orang lain yang baru belajar menulis, saya juga banyak mengalami kesulitan setiap kali harus menulis untuk blog, bahkan ketika saya membahas bidang yang saya kuasai.

Tidak jarang, kadang saya hanya bisa tertawa geli melihat kualitas tulisan yang pernah saya buat.

Tulisan saya saat ini juga sebenarnya tidak bisa dibilang baik, but hey! Kamu masih membaca sampai sini kan?

Tidak terasa, mungkin sudah ada ratusan ribu kata yang sudah saya tulis sampai saat ini.

Saya rasa ini adalah langkah yang cukup jauh mengingat sulit bagi saya untuk memulainya.

Sama seperti saya dulu, mungkin ada beberapa hal yang menghalangi niat kamu untuk menulis untuk sebuah blog.

Saya sendiri merasa ada tiga hal umum yang sering menjadi penyebab utamanya, yaitu rasa minder, terlalu perfeksionis, dan rasa malas.

Pada artikel kali ini, saya akan berbagi tiga tips untuk melepas kekangan yang menghalangi kamu untuk menulis dan membuat konten.

1. Hilangkan Rasa Minder!

Ini mungkin menjadi penyebab nomor satu kenapa butuh waktu yang lama bagi saya untuk mulai menulis.

Dan bila kamu seperti saya – belum pernah menulis sebelumnya, maka beban ini akan terasa jauh lebih berat.

Tidak seperti diary/jurnal dimana hanya kamu saja yang bisa membaca tulisan yang kamu buat, ketika membuat tulisan untuk sebuah blog, akan ada jauh lebih banyak orang yang akan membaca tulisan yang kamu buat.

Bagi sebagian orang, membayangkan tulisan kamu dinilai banyak orang bisa sedikit mengikis rasa percaya diri. Tidak jarang hal ini hanya akan membuat minder dan mungkin malah membuatmu mengurungkan niat untuk menjadi seorang blogger.

Dan secara psikologis memang tidak salah, karena banyak orang takut untuk gagal, tidak terkecuali dalam blogging.

“The greatest mistake you can make in life is to continually be afraid you will make one.” Elbert Hubbard

Bila kamu juga memiliki rasa minder, beberapa pertanyaan ini mungkin akan selalu muncul sebelum kamu menekan tombol Publish.

“Apakah tulisan saya sudah cukup bagus?”

“Bukankah sudah ada orang lain yang menjelaskannya dengan lebih baik?”

“Bagaimana kalau ada yang mencela tulisan saya?”

“Bagaimana kalau tidak ada yang tertarik dengan tulisan saya?”

“Bagaimana kalau ……?”

STOP!

Semakin banyak kamu meragukan diri kamu sendiri, semakin tinggi pula tembok yang harus kamu lewati untuk bisa mulai menulis.

Lalu bagaimana cara kamu mengatasi hal ini?

Cari hal yang membuat kamu tidak percaya diri.

Apakah kamu bingung dengan apa yang harus kamu tulis? Sering-seringlah membaca.

Apakah kamu sulit untuk merangkai semua ide yang ada di kepala kamu? Biasakanlah menulis meski sedikit.

Apakah kamu khawatir akan ada orang yang mencela tulisan kamu? Jawab saja, “who are you to judge?”

Anggap saja kamu masih dalam proses belajar dan memang harus sering-sering dikoreksi. Toh kalau ada yang mencela tulisan yang kamu buat, artinya ada orang yang sedang memperhatikan tulisan yang kamu buat, jadi harus bangga dong!

“If you’re doing your best, you won’t have any time to worry about failure.” H. Jackson Brown, Jr.

Dan untuk kamu yang selalu takut akan kegagalan, ingatlah bahwa blogger-blogger top yang ada saat ini juga tidak ada yang langsung hebat. Semua butuh proses, yang ada hanya bagaimana cara kamu menyikapi kegagalan tersebut.

“Failure doesn’t mean you are a failure it just means you haven’t succeeded yet.” Robert H. Schuller

2. Berhenti Menjadi Perfeksionis!

Sebelum saya meneruskan, saya harus katakan bahwa sifat perfeksionis bukanlah hal yang buruk.

Semua orang ingin tampil sempurna, begitu pula dengan tulisan yang mereka buat.

Tetapi kadang, you just need to get it done!

Namun bagi orang yang perfeksionis, ini bukan masalah sepele.

Ketika saya mulai menulis di blog, saya sadar bahwa konten yang beredar di internet sudah tidak banyak yang orisinil. Selain itu banyak tema yang diangkat adalah tema yang memang sudah sangat sering dibahas.

Dan untuk bersaing dengan kawan-kawan blogger lain yang lebih dulu muncul, saya harus bisa membut postingan yang sempurna.

Tapi, seperti apa postingan yang sempurna?

Apakah harus berupa ide yang orisinil dan belum pernah ditulis oleh siapapun?

Apakah setiap postingan harus ditulis dalam jumlah kata tertentu, 2,000 kata misalnya?

Apakah harus disertai gambar dan ilustrasi yang menarik yang kamu buat sendiri?

(BTW, saya memiliki target seperti itu dulu)

Untuk sebagian blogger seperti Neil Patel atau Brent Hale, hal tersebut mungkin target yang sangat biasa. Tapi untuk kamu yang baru mulai blogging, hal tersebut mungkin akan menyita terlalu banyak waktu dan tenaga, apalagi bila kamu bekerja sendirian dan tanpa modal yang cukup besar.

Bahkan bila kamu memiliki cukup modal pun, sifat perfeksionis tidak akan pernah membuat kamu puas terhadap hasil karya yang kamu atau orang lain buat.

Kamu akan selalu merasa ada yang bisa ditambahkan, selalu ada yang bisa diubah.

Selalu ada batasan yang bisa kamu dobrak, tapi sejauh mana kamu mau berhenti?

Saat kamu sadar mungkin kamu sudah menghabiskan waktu yang luar biasa banyak untuk hal yang sangat sepele. (ngomong-ngomong ini sering banget saya alami!)

So, apa yang harus kamu lakukan?

“Stop being a perfectionist and be someone who could do things effectively.”

Berhenti menjadi perfeksionis dan jadilah orang yang bisa melakukan sesuatu dengan efektif.

Ini adalah hal yang saya pelajari dari blogger-blogger lain yang dulu juga bermasalah dengan hal ini.

Namun catat! Saya tidak bilang kalau kamu harus memproduksi tulisan berkualitas rendah.

Saran saya, buatlah tulisan yang baik, dan yang terpenting, biarkan orang lain yang menilainya. Cari orang yang bisa kamu percaya untuk menjadi editor blog kamu.

If he says enough, it’s enough.

Lagipula, konten yang kamu publikasikan bukan berarti kamu tidak akan menyentuhnya lagi. Kamu akan selalu bisa menambahkan atau mengeditnya lagi kalau kamu merasa ada yang kurang pada tulisan tersebut.

“Worst thing about being a perfectionist.. Everything you do might look amazing in someone else eyes but in your heart never truly satisfied.” Emmie Lee Dean

3. Buang Jauh-jauh Rasa Malas!

Orang bilang kalau malas itu ga’ ada obatnya!

Sifat malas bisa berujung pada banyak hal, yang sayangnya rata-rata berkonotasi negatif.

Termasuk dalam blogging, malas adalah salah satu penyebab banyaknya inkonsistensi yang menimpa banyak blogger pemula.

Dan dalam kaitannya dengan menulis, ada banyak bentuk sifat malas yang bisa menghambat karir blogging kamu, misalnya saja

Malas menulis.

Malas membaca.

Malas untuk belajar menulis.

Malas untuk memperbaiki tulisan yang kamu buat.

Kalau sudah begitu ada baiknya kamu tidak membuat blog sekalian saja!

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Ada beberapa alasan utama kenapa banyak blogger pemula malas untuk meneruskan blog yang sudah mereka buat.

Apakah sulit menemukan bahan untuk ditulis?

Apakah karena waktu kamu sangat sedikit?

Apakah karena kamu merasa hasilnya tidak sebanding dengan yang kamu bayangkan?

Untuk masalah bahan, saya pikir tidak ada alasan. Ada begitu banyak konten yang bertebaran di internet dalam semua niche yang bisa kamu bayangkan.

Bila kamu kesulitan untuk mencari ide untuk ditulis, kenapa tidak main-main sekaligus bersilaturahmi ke situs yang memiliki niche yang sama dengan kamu.

Di situ kamu bisa mencari-cari ide yang bisa kamu gunakan pada blog kamu.

Tapi bukan berarti kamu harus mengambil semua termasuk konten-kontennya yah!

Untuk kamu yang (merasa) memiliki sedikit waktu, saya pikir ini juga bukan masalah.

Banyak orang yang berasumsi bahwa mereka adalah orang tersibuk di dunia sehingga akan sulit untuk menyisihkan waktu untuk hal yang lainnya.

Kalau sudah tahu begitu, kenapa kamu kepikiran untuk membuat blog?

Untuk mencari waktu di sela sela kesibukan kamu, cara yang terbaik menurut saya adalah dengan membuat peta alokasi waktu keseharian kamu.

Dulu ketika saya membuat peta ini, saya menemukan bahwa saya ternyata memiliki cukup banyak waktu untuk membuat pos dan mengurus blog yang saya buat.

Yang saya harus lakukan hanya mensubstitusi waktu yang ada dengan waktu untuk ngeblog.

Memangnya ada waktu yang bisa kamu sisihkan?

Coba bayangkan berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk bermain game? Berapa banyak waktu yang kamu gunakan untuk membaca? Berapa banyak waktu yang kamu gunakan untuk menonton? Berapa banyak waktu yang kamu gunakan untuk berangkat bolak-balik dari rumah ke kantor?

Semua itu adalah waktu berharga yang bisa kamu ganti dengan kegiatan blogging kamu.

Intinya adalah masalah prioritas.

Kalau kamu memang ingin sukses dalam blogging, mau tidak mau kamu harus rela mengorbankan sedikit waktu yang kamu bisa sisihkan.

Terakhir, apakah kamu merasa kalau usaha yang kamu lakukan tidak seanding dengan usahanya?

Harus kamu ketahui bahwa blogging bukanlah cara kerja yang bisa mendatangkan keuntungan dalam waktu yang cepat.

Blogging membutuhkan banyak waktu untuk dapat sukses. Dan ini harus ada dalam mindset kamu sejak awal.

Dengan konsistensi dan kemauan belajar yang tinggi, kamu bisa meraih hasil yang kamu inginkan.

“I never took lessons to play the drums. I never took lessons to play the guitar. I just sort of figured it out. I think that if you’re passionate about something and you’re driven and you’re focused, you can do anything you want to do in life.” Dave Grohl (Foo Fighters)

Apakah kamu juga memiliki masalah kamu sendiri ketika mulai menulis? Lalu bagaimana cara kamu mengatasinya? Jangan segan untuk berbagi ceritamu di komentar di bawah ini yah!

Leave a Reply

Close Menu
0 Shares
Share
Tweet
+1
Stumble