Cara Install WordPress dengan WAMPServer di Localhost (Offline)

Apakah kamu tahu kalau kamu bisa memasang WordPress pada komputer? Dan kamu bisa mengaksesnya tanpa jaringan internet (offline)? Pada artikel kali ini, kita akan belajar bagaimana caranya memasang WordPress pada komputer dan menjalankannya secara offline dengan bantuan WAMPServer.

WordPress adalah aplikasi berbasis web yang membutuhkan koneksi antara client dan server agar dapat digunakan. Memiliki WordPress yang berjalan secara lokal tentu akan banyak memberikan manfaat.

Misalnya saja bisablog yang aktif menggunakan WordPress dengan WAMPServer agar dapat mencoba tema, plugin, dan berbagai hal lainnya dengan aman tanpa khawatir akan mempengaruhi situs bisablog yang asli.

Dan untuk membuat WordPress berjalan pada komputer, kita akan menggunakan WAMPServer.

Sekilas tentang WAMPServer

WAMPServer adalah software virtualisasi populer yang bisa membuat simulasi lingkungan kerja untuk aplikasi berbasis web.

Aplikasi web seperti WordPress tidak bisa berjalan sendiri pada sebuah operating system seperti Windows, harus ada software server agar WordPress dapat berjalan normal.

WAMPServer membuat simulasi lingkungan kerja untuk aplikasi semacam ini dengan menggunakan Apache, PHP, dan MySQL sehingga kamu bisa menggunakan WordPress secara langsung dari komputer kamu tanpa harus terhubung dengan jaringan internet.

Selain WAMPServer, ada banyak alternatif lain yang bisa kamu gunakan seperti XAMPP, EasyPHP, AMPPS, BitNami, MAMP (Mac OS), dan LAMP (Linux). Untuk perbandingan masing-masing software tersebut, kamu bisa lihat di Wikipedia.

Cara install WordPress dengan WAMPServer pada komputer

Untuk memasang WordPress secara lokal menggunakan WAMPServer, kamu membutuhkan dua file berikut:

  • WAMP yang bisa kamu dapatkan pada situs resminya. Pilih versi sesuai dengan OS yang kamu gunakan (32bit atau 64bit). Untuk mengetahuinya, cukup klik kanan pada My Computer/My PC » Properties. Di sini kamu bisa melihat apa saja detail PC yang kamu gunakan.
    Memeriksa versi OS 32bit atau 64bit pada Windows
  • File WordPress yang ada pada situs wordpress.org.

Sebelum kamu memasang WAMPServer, pastikan juga kamu sudah memiliki Microsoft Visual C++ Libraries yang up-to-date. Hal ini diperlukan agar PHP dan Apache dapat digunakan pada Windows.

Memasang WAMPServer

Pada tutorial kali ini, kita akan melakukan pemasangan WAMPServer dari nol. Jadi bila kamu telah memiliki program ini sebelumnya, uninstall terlebih dahulu WAMPServer yang lama sebelum kamu memasang yang baru.

Setelah kamu mendapatkan file WAMP, pasang seperti biasa. Tidak ada malware ataupun software lain yang ‘numpang’ pada installer ini, jadi kamu tidak perlu khawatir dan bisa menekan tombol Next terus-menerus.

Hanya satu hal yang harus kamu perhatikan. Ketika kamu diminta untuk menentukan lokasi pemasangan, ada baiknya kamu menggunakan lokasi default yang biasanya berada pada C:\WAMP.

Lokasi pemasangan Wampserver pada root drive

Bila kamu ingin mengubahnya, ada beberapa ketentuan yang harus kamu perhatikan sebelum mengubah folder tujuan instalasi.

  • Usahakan untuk memasang WAMPServer pada root drive seperti C:\WAMP atau D:\WAMP.
  • Jangan menggunakan folder yang memiliki nama dengan spasi seperti C:\Program Files atau C:\Program Files (x86).

Pada akhir pemasangan, kamu akan diminta untuk menentukan browser dan text-editor default yang akan kamu gunakan. Meskipun begitu, kamu tetap bisa menggunakan WAMPServer pada browser lainnya.

Secara default Wampserver akan menggunakan Internet Explorer dan Notepad, namun kamu bisa mengubahnya sesuai dengan program yang kamu inginkan.

Memeriksa apakah WAMPServer berjalan dengan baik

Setelah selesai terpasang, saatnya untuk memeriksa apakah WAMPServer dapat berjalan dengan sempurna.

Bila WAMP tidak bisa dijalankan dan ada pesan error yang muncul, ada kemungkinan kamu tidak memiliki paket Visual Code yang disebutkan sebelumya. Coba pasang paket yang kurang terlebih dahulu.

Setelah kamu selesai, kamu juga harus menginstal ulang WAMPserver terlebih dahulu sebelum bisa digunakan.

Kemudian, jangan lupa untuk memasukan WAMP Server ke dalam whitelist bila kamu menggunakan firewall.

Bila WAMP server berhasil dijalankan, maka akan ada ikon berbentuk huruf ‘W’ yang merupakan logo WAMP Server pada system tray.

Bila kamu melihat logo WAMPServer pada system tray, kamu bisa melihat status program tersebut dengan melihat warnanya.

  • Merah – Server tidak aktif atau offline. Kamu mungkin perlu mengaktifkannya atau menanyakan di forum resmi WAMP Server untuk solusi lebih lanjut.
  • Oranye – Server hanya berjalan sebagian, entah itu Apache atau MySQL saja. Untuk mengatasi hal ini coba lihat pada bagian troubleshooting.
  • Hijau – Server sedang berjalan dan siap kamu gunakan.

Untuk mencobanya, coba ketik ‘localhost’ (tanpa tanda kutip) pada browser. Bila berhasil, maka kamu akan melihat tampilan seperti ini.

homepage-wampserver

Selain cara tersebut, kamu juga bisa masuk dengan mengetik alamat IP 127.0.0.1 pada browser kamu.

Mengatur database MySQL

Untuk memasang WordPress, kita membutuhkan sebuah database. Dengan WAMPServer, kita dapat membuatnya menggunakan phpMyAdmin.

Bila kamu masih berada pada localhost, klik tautan phpMyAdmin yang berada pada bagian bawah. Kamu juga bisa masuk melalui ikon WAMP Server yang berada pada system tray. Cukup Klik ikon WAMPServer dan pilih phpMyAdmin.

membuka aplikasi phpmyadmin dari WAMP server melalui system tray

Berikutnya kamu akan masuk ke laman login phpMyAdmin. Untuk bisa login, gunakan username root dan kosongkan passwordnya.

Setelah masuk, pilih tab Databases yang berada pada bagian kiri atas area phpMyAdmin untuk mulai membuat database baru.

Masukan nama database yang kamu inginkan dan klik tombol Create.

Buat database baru melalui phpmyadmin

Memasang WordPress pada direktori WAMPServer

Ingat file WordPress yang sudah kamu download tadi?

File yang kamu download dari wordpress.org memiliki ekstensi ZIP sehingga kamu harus mengekstraknya terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Setelah diekstrak, kamu akan mendapatkan file yang kamu perlukan dalam folder bernama wordpress. Bila kamu ingin coba membuat banyak situs wordpress, mungkin ada baiknya kalau kamu mengubah namanya.

Sekarang letakan folder wordpress tersebut pada C:\wamp\www atau C:\wamp64\www.

Untuk memulai proses pemasangan WordPress, ketik localhost/wordpress pada browser atau localhost/namafolder bila kamu mengubah nama folder wordpress yang kamu ekstrak tadi.

Setelah itu, kamu akan memulai proses instalasi WordPress. Caranya sama bila kamu pernah menginstal WordPress untuk website kamu.

Pertama, kamu akan diberikan pilihan bahasa. Sebagai informasi, WordPress sendiri memiliki dukungan lebih dari 100+ bahasa. Untuk kamu yang lebih nyaman menggunakan bahasa lokal, pilih Bahasa Indonesia dan klik tombol Lanjutkan.

Berikutnya akan ada pemberitahuan bahwa kamu harus menyiapkan beberapa langkah tertentu sebelum memulai proses instalasi.

Lanjut!

Setelah itu, kamu akan diminta untuk mengisi beberapa data. Pada Nama Basis Data, isi dengan nama tabel yang kamu buat sebelumnya lewat phpMyAdmin. Kemudian pada Nama Pengguna, isi dengan root. Terakhir pada Sandi, kamu bisa mengosongkannya.

Untuk kotak isian Host Basis Data dan Prefiks Tabel, kamu bisa menggunakan isian default.

Klik tombol Kirim dan konfirmasi untuk memulai proses instalasi WordPress.

Berikutnya, kamu hanya perlu untuk mengisi data-data situs WordPress yang akan kamu buat seperti Judul Situs, Nama Pengguna, Sandi, dan alamat email.

Setelah selesai, klik tombol Instal WordPress dan selesai. Situs WordPress kamu siap untuk digunakan.

Troubleshooting

Untuk kamu yang memiliki masalah dengan WAMPServer, ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu coba. Secara umum, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan WAMPServer tidak bisa berjalan, antara lain:

  • Bentrok dengan SKYPE – Ini terjadi karena WAMPServer dan SKYPE menggunakan port yang sama. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mengaktifkan opsi “Use ports 80 and 443 as an alternative.” yang bisa kamu temui pada Tools » Options » Advanced Settings » Connection. Bila kamu menggunakan Windows 8 ke atas, kamu mungkin perlu mengunduh dan menginstal ulang SKYPE karena konfigurasi tadi tidak bisa kamu temukan pada aplikasi SKYPE bawaan Windows.
  • Sistem Proteksi – Pastikan Anti Virus, Anti Malware, ataupun Firewall yang kamu gunakan tidak memblok akses ke tempat penting seperti:
    • Windows\System32\drivers\etc\hosts
    • wamp\Wampmanager.exe
    • wamp\bin\apache\apache2.2.x\bin\httpd.exe
    • wamp\bin\mysql\mysql5.x.y\bin\mysql.exe
    • wamp\bin\mysql\mysql5.x.y\bin\mysqlcheck.exe
    • wamp\bin\mysql\mysql5.x.y\bin\mysqld.exe
    • wamp\bin\php\php5.3.x\php.exe
  • Bentrok dengan software sejenis – WAMPServer tidak dapat berjalan bersamaan dengan software lain yang sejenis seperti EasyPHP atau XAMPP. Jadi pastikan kamu menghapus software tersebut terlebih dahulu.

Untuk mengetahui langkah-langkah lainnya, kamu bisa membaca tips troubleshooting dari forum WAMPServer.

Konfigurasi tambahan

Ada saatnya kamu ingin mengganti nama folder instalasi WordPress kamu dengan nama lainnya. Hal ini boleh-boleh saja namun kamu akan kehilangan akses terhadap data yang ada pada nama folder sebelumnya.

Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu ‘memberitahu’ WordPress bahwa kamu menginginkan nama lain.

Caranya? Masuk ke dalam dashboard WordPress dan pilih menu Pengaturan » Umum. Pada kotak isian Alamat WordPress (URL) isi dengan nama folder kamu yang lama, dan pada Alamat Situs (URL) masukan nama folder baru.

Mengubah alamat situs wordpress yang berbeda dengan folder instalasi

Penutup

Memiliki instalasi WordPress yang bisa kamu akses secara offline dapat dengan mudah kamu dapatkan dengan bantuan WAMPServer.

Kini, kamu tidak perlu lagi khawatir bila ingin bereksperimen dengan file WordPress yang kamu punya.

Saya harap tutorial ini bisa banyak membantu. Bila kamu memiliki saran atau pertanyaan, jangan segan untuk menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini yah!

Posted in Tutorial, Wordpress.

Tulis komentar kamu di sini...

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz