Pantau dan Monitor Downtime Website dengan Uptime Robot

Downtime adalah mimpi buruk bagi semua pemilik website. Adanya downtime membuat situs tidak akan dapat diakses untuk sementara waktu. Imbasnya tentu saja sangat masif, apalagi bila downtime memakan waktu yang cukup lama. Namun tidak semua orang bisa memonitor website setiap saat, lalu bagaimana cara memantaunya? Tenang, kamu bisa menggunakan tools monitoring gratis dari Uptime Robot.

Tidak ada yang bisa menghindari downtime. Bahkan situs-situs besar seperti Google, Facebook, hingga Amazon pernah mengalaminya.

Mengalami downtime, apalagi dalam waktu yang lama, bisa menimbulkan kesan buruk terutama untuk pengunjung baru. Selain itu downtime juga bisa menyebabkan kerugian secara materiil.

Berdasarkan survey dari Ponemon Institute, pada tahun 2016, rata-rata kerugian yang ditaksir akibat downtime adalah $9.000 per menit. Pada situs online marketplace seperti Amazon, nilainya mungkin akan jauh lebih tinggi dari ini.

Ada banyak hal yang menyebabkan downtime seperti human error, bencana alam, hingga serangan DDOS. Namun tentu kamu ingin website bisa berjalan normal secepat mungkin bila hal tersebut terjadi.

Untuk memantau waktu downtime website, kamu dapat memanfaatkan tools untuk memonitor jalannya website yang berjalan secara real-time, gratis pula.

Kali ini saya akan menunjukan cara mendapatkan keduanya dengan menggunakan tools online gratis Uptime Robot.

Apa itu Uptime Robot?

Uptime Robot diluncurkan sejak Januari 2010 dan merupakan tools online gratis yang berfungsi untuk memonitor website dalam jangka waktu tertentu. Setiap kali situs kamu mengalami downtime, UptimeRobot akan mengirimkan notifikasi melalui email atau layanan lain yang dipilih sebelumnya.

Dengan begitu kamu tidak perlu memantau website terus menerus dan dapat mengetahui secara real-time kapan situs kamu down.

Tidak tanggung-tanggung, layanan Uptime Robot banyak digunakan oleh beberapa situs perusahaan besar seperti Mini, Staples, Fandango, hingga Expedia.

Meskipun layanannya bisa dinikmati secara cuma-cuma, Uptime Robot juga memiliki layanan premium dengan tambahan beberapa fitur.

Untuk perbandingan lebih jelas, kamu bisa lihat pada gambar berikut:

Perbandingan layanan monitoring website dengan uptimerobot pada versi gratis dan pro

  • Monitors – Pada versi gratis kamu hanya bisa memonitor 50 website yang rasanya sudah lebih dari cukup. Namun untuk layanan Pro, ada 20.000 website yang bisa dimonitor secara bersamaan. Untuk jumlah lebih dari itu, kamu bisa menanyakannya pada laman kontak Uptime Robot.
  • Pro Messages – Kamu bisa mendapatkan notofikasi lebih cepat melalui SMS yang dikirimkan langsung oleh Uptime Robot. Pada versi Pro kamu akan mendapatkan 10 SMS gratis. Namun kamu juga bisa membeli fitur ini secara terpisah, baik untuk layanan gratis maupun Pro. Harga yang ditawarkan mulai dari $15 untuk 50 SMS hingga $100 untuk 500 SMS.
  • Advanced Notifications – Pada versi Pro kamu bisa mendapatkan notifikasi yang hanya akan dikirim bila memenuhi syarat tertentu (setiap X menit bila situs down selama Y menit).

Bagaimana cara kerja Uptime Robot?

Berikut adalah cara kerja monitoring dari Uptime Robot:

  • Uptime Robot akan mengirimkan request pada setiap jangka waktu yang telah ditentukan. Permintaan ini akan mendapatkan kode status seperti 200 – yang berarti OK, 404 – yang berarti tidak ditemukan.
  • Bila tidak ada status kode yang mengindikasikan masalah, maka status website tersebut aman.
  • Bila terdapat kode status 40x atau 50x, maka situs sedang dalam masalah.
  • Untuk memastikan situs dalam keadaan down, Uptime Robot akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan pada 30 detik selanjutnya. Uptime Robot menggunakan sistem monitoring terdistribusi yang akan meminimalisir kesalahan. Semua monitoring dilakukan dari server utama di Dallas, USA. Namun begitu ada indikasi downtime, akan ada permintaan untuk mengkonfirmasi hal ini dari server Uptime Robot lainnya yang tersebar di seluruh dunia.
    lokasi server Uptime Robot yang tersebar di berbagai negara
    Untuk mengetahui di mana saja lokasi dan alamat IP yang digunakan Uptime Robot, kamu bisa lihat di Locations and IPs
  • Bila situs masih terindikasi down, maka Uptime Robot akan mengirimkan pemberitahuan atau notifikasi melalui layanan yang sudah dipilih.

Bila kamu memasang Google Analytics, mungkin ada pertanyaan, “apakah statistik pada Google Analytics akan terpengaruh oleh Uptime Robot?”

Jawabannya, Tidak!

Karena Google Analytics menggunakan JavaScript untuk mengumpulkan data dan apa yang dilakukan Uptime Robot tidak memicu penggunaan JavaScript.

Bagaimana cara menggunakan Uptime Robot?

1. Membuat akun di uptimerobot.com

Untuk menggunakan layanan gratis dari Uptime Robot caranya sangat mudah.

Masuk terlebih dahulu ke situs uptimerobot.com dan klik tombol Sign-up yang ada pada sudut kanan atas atau melalui link berikut https://uptimerobot.com/signUp.

Setelah itu, cukup masukan Nama, Email, dan Password serta mencentang reCaptcha yang tersedia.

Kemudian, konfirmasi akun dengan mengklik link verifikasi yang ada pada inbox email kamu.

Setelah selesai, layanan Uptime Robot sudah bisa dinikmati.

2. Memasukan website yang akan dimonitor

Login ke uptimerobot.com dan kamu akan diarahkan ke dashboard Uptime Robot.

Untuk mulai memonitor website, klik tombol +Add New Monitor yang ada pada sudut kiri atas dashboard.

Pada Uptime Robot, kamu diberi empat pilihan monitoring (Monitor Type) yang bisa kamu pilih.

  • http(s) yang cocok untuk memonitor sebuah website. Layanan ini akan secara berkala mengirimkan request pada URL yang kamu masukkan dan akan menyimpulkan apakah situs tersebut down atau tidak berdasarkan status HTTP yang didapat (200-sukses, 404-tidak dapat ditemukan, dll).
  • ping bisa digunakan untuk memonitor sebuah server. Permintaan Ping (ICMP) akan dikirim dan status up/down akan ditentukan tergantung apakan ada respon dari server tersebut atau tidak. Tidak direkomendasikan untuk digunakan memantau website karena IP dari website tersebut dapat merespon permintaan ping meskipun situs tersebut sedang mengalami downtime.
  • keyword bisa digunakan untuk memeriksa ada tidaknya sebuah keyword pada laman web.
  • port cocok digunakan untk memonitor layanan yang memiliki port tertentu seperti SMTP, DNS, atau POP.

Setelah memilih tipe monitoring yang sesuai, masukan nama Monitor (Friendly Name) dan alamat URL (URL or IP) website kamu.

Kemudian pilih interval yang kamu inginkan. Pada versi gratis, Uptime Robot bisa memeriksa website minimal setiap 5 menit sekali. Namun pada versi Pro batas minimumnya adalah 1 menit yang mendekati real-time.

Terakhir, kamu bisa memilih untuk mengirimkan notifikasi ke alamat email yang kamu gunakan untuk mendaftar di Uptime Robot.

Untuk menambahkan layanan notifikasi lainnya, kamu dapat mengubahnya nanti.

Setelah selesai, klik tombol Create Monitor.

3. Menambahkan layanan notifikasi

Secara default, pemberitahuan akan diberikan melalui alamat email yang kamu daftarkan. Namun Uptime Robot juga memiliki opsi lain yang bisa kamu gunakan.

Untuk menambahkan layanan notifikasi, masuk ke menu My Setting yang ada pada bagian atas dashboard.

Pada bagian Alert Contacts, tekan tombol Add Alert Contact untuk menambahkan layanan pemberitahuan baru.

Tambah layanan notifikasi baru pada Uptime Robot

Selain menambahkan alamat email baru (bila kamu bekerja dalam sebuah tim), ada juga opsi penggunaan Twitter, Pushbullet, HipChat, hingga Slack.

4. Memonitor website melalui Uptime Robot

Untuk melihat aksi Uptime Robot dalam memonitor website, klik pada nama monitor yang kamu buat tadi. Daftar monitor yang kamu buat bisa dilihat pada kolom paling kiri pada dashboard Uptime Robot.

Setelah itu, kamu bisa melihat grafik response time dari URL yang kamu daftarkan selama 24 jam terakhir. Response time sendiri adalah waktu yang dibutuhkan website untuk mengirimkan kode status pada Uptime Robot yang nilai rata-ratanya dapat kamu lihat pada bagian atas grafik.

Pada masing-masing monitor ada menu yang bisa diakses dengan mengklik ikon berbentuk gerigi di samping nama monitor.

Pada menu tersebut terdapat opsi untuk menghentikan pemantauan (Pause), mengubah data Monitor tersebut (Edit), menghapus monitor (Delete), hingga mengulang pengambilan data (Reset Stats).

5. (Extra) Memantau website dengan melalui aplikasi mobile Uptime Robot

Tidak hanya memantau lewat desktop PC saja, layanan ini juga menyediakan aplikasi agar kamu bisa terus memantau website melalui smartphone.

Aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk melakukan beberapa langkah penting dalam memonitor website seperti menambah, mengedit, atau menghapus monitor. Selain itu kamu juga bisa melihat statistik dan mendapatkan push notification.

Saat ini hanya tersedia dua aplikasi resmi untuk iPhone dan Android yang bisa kamu unduh melalui link berikut:

Penutup

Memonitor website terus-menerus sangat memakan waktu, apalagi downtime memang relatif jarang terjadi. Server yang memiliki uptime 99.9% artinya akan memiliki waktu downtime kurang lebih selama 8 jam 46 menit sepanjang tahun.

Jadi bila ada tools yang bisa membantu memantau website dengan gratis, kenapa tidak?

Bila kamu ingin meminimalisir downtime, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan hosting yang terpercaya. Karena waktu downtime yang sedikit merupakan salah satu indikasi hosting yang baik.

Seperti penyedia layanan hosting [af_link id=”84″ rel=”nofollow” target=”_blank”]Niagahoster[/af_link] yang saya gunakan untuk bisablog.com yang menjamin 99,9% uptime.

Untuk kamu yang memiliki ribuan pengunjung setiap harinya, semakin sedikit waktu yang terbuang tentunya akan semakin baik.

Jadi, apakah kamu sudah mencoba Uptime Robot? Jangan segan untuk memberikan kesanmu pada kolom komentar di bawah ini.

Posted in Tutorial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *