Apa itu Nama Domain? dan Bagaimana Cara Memilih Nama Domain yang Baik

Pernahkah kamu berpikir untuk memiliki nama domain kamu sendiri? Memilih nama domain yang baik adalah langkah awal dalam membangun reputasi kamu di dunia maya. Dengan nama domain kamu sendiri, blog yang kamu buat akan memiliki tingkat kredibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan blog gratisan. Namun memilih nama domain yang tepat untuk kamu juga bukan perkara mudah. Butuh waktu dan inspirasi agar kamu tidak menyesal di kemudian hari.

Apa itu nama domain?

Sebelumnya kita membahas apa itu nama domain, perlu diketahui istilah yang berkaitan dengan nama domain seperti Uniform Resource Locator (URL) dan IP Address.

IP Address adalah label berupa sekumpulan angka yang diberikan kepada setiap perangkat yang terhubung dalam jaringan komputer dan menggunakan Internet Protocol untuk bisa saling berkomunikasi.

Mungkin kita bisa mengibaratkan IP Address seperti alamat rumah dimana setiap perangkat masing-masing memiliki IP Address yang unik sehingga server akan dapat dengan mudah mencari dan mengenali sebuah perangkat.

Nama domain sendiri adalah sistem penamaan yang digunakan untuk mempermudah kita untuk mengingat IP Address.

Tentunya akan lebih mudah mengingat namadomain.com dibandingkan sederetan angka seperti 123.45.678.9 bukan?

URL sendiri biasanya lebih detil dibandingkan dengan nama domain. Pada URL terdapat informasi tambahan yang lebih spesifik seperti nama folder, nama file, hingga protokol yang digunakan. Contohnya:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Uniform_Resource_Locator
  • http://www.contohbukusaya.com/2016/10/31/buku/chapter01.html
  • http://www.kosakataweb.com/istilah-web/nama-domain/

Struktur nama domain

Berikut adalah contoh URL yang mengarah ke domain contoh.com.

struktur-nama-domain

Pembacaan nama domain dimulai dari kanan ke kiri, jadi elemen paling kanan memiliki tingkatan tertinggi.

  • TLD atau Top Level Domain dengan ekstensi .com, .net, dan .org sebagai TLD paling populer. Namun saat ini banyak juga TLD baru yang terdaftar sesuai dengan jenis usaha yang kamu inginkan seperti .blog, .shop, .bike, dll.
  • Label nama adalah sub-domain dari ekstensi .com, jadi bisa disebut juga sebagai second level domain. Label nama inilah yang biasanya berupa nama brand yang kamu miliki.
  • WWW adalah sub-domain dari label nama, sehingga bisa juga disebut third level domain. Penggunaan WWW digunakan untuk menunjukan server host tertentu, dalam hal ini server World Wide Web. Penggunaan lainnya seperti mail.google.com yang menggunakan server email atau ftp.contoh.com yang menggunakan server FTP.
  • Prefix HTTP/HTTPS adalah protokol aplikasi untuk domain yang kamu gunakan.

Bagaimana cara memilih nama domain

Terus terang saja mencari nama yang baik untuk nama domain kamu bukanlah perkara yang mudah. Seringkali nama domain yang sudah kamu inginkan ternyata sudah dimiliki oleh orang lain.

Kalau kamu bingung harus mulai mencari dari mana, mungkin kamu bisa mengikuti kriteria-kriteria berikut:

1. Buat nama yang unik

Ini mungkin kriteria yang sedikit sulit, memilih nama domain unik yang bisa menjadi brand untuk website kamu selanjutnya.

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan nama kamu sendiri, seperti blognya mas sugeng misalnya, Sugeng.id, simple dan berkesan. Contoh lainnya adalah Neil Patel dan Michael Hyatt atau Seth Godin yang juga menggunakan nama domain yang sama dengan nama mereka.

Menggunakan nama pribadi sebagai nama domain tentunya harus berhati-hati karena keduanya harus memiliki reputasi dan prestasi yang sama-sama bisa mendukung.

Memiliki reputasi yang baik di bidang yang kamu kuasai sesuai dengan niche yang kamu incar akan sangat membantu kamu dalam menggunakan cara ini.

Kalau kamu kreatif, kamu juga bisa memainkan kata-kata dan mengolahnya menjadi nama yang unik, seperti Google, Flickr, Instagram, dsb. Kalau kamu kesulitan mencarinya sendiri, ada aplikasi web yang bisa membantu kamu untuk mencari nama yang unik untuk website kamu seperti Wordoid atau NameGrep.

Jangan lupa juga untuk mengeceknya lewat mesin pencari seperti Google untuk mengetahui ketersediaan nama yang kamu temukan.

2. Mudah dibaca dan diucapkan

Cari nama domain yang mudah diucapkan, sehingga kamu tidak perlu menyebutkannya sampai dua kali agar seseorang dapat mengerti nama domain yang kamu gunakan.

Hindari juga penggunaan huruf-huruf yang sulit diucapkan lidah orang Indonesia, seperti F, Q, V, dan Z.

Selain itu hindari juga angka ataupun tanda sambung seperti “-“, agar tidak ada kekeliruan dalam mengucapkan nama domain yang kamu gunakan.

3. Utamakan ekstensi .com

Sebelum banyak bermunculan TLD baru seperti saat ini, dulu pilihan ekstensi yang bisa kamu gunakan terbatas hanya pada .com, .net, org, .edu, .gov, dan .mil.

Karena penggunaan awalnya untuk umum, maka ekstensi .com memiliki jumlah pendaftar yang lebih banyak dibandingkan ekstensi lainnya. Dan ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap mindset pengguna internet.

Kalau kamu memperkenalkan nama domain kamu, secara otomatis user akan mengaitkan nama tersebut dengan ekstensi .com. Hal yang wajar mengingat ekstensi ini digunakan hampir 70% pemilik website.

grafik-tld-populer-2017

Jadi usahakan kamu menggunakan TLD .com untuk website kamu.

Kunjungi artikel menarik dari Chris Hall untuk mengetahui lebih banyak tentang TLD apa yang bisa kamu pilih.

4. Menggunakan keyword

Menggunakan keyword sebagai nama domain sering digunakan beberapa blogger yang ingin tidak ingin repot membuat nama yang unik. Apalagi dulu masih banyak anggapan kalau nama domain dengan keyword di dalamnya akan meningkatkan nilai SEO blog kamu dan membuatnya lebih mudah merangsek ke papan atas hasil pencarian.

Namun tidak dipungkiri, cara yang paling mudah untuk memilih nama domain adalah dengan menggunakan keyword dari niche yang kamu gunakan. Dengan menggunakan keyword, pengunjung juga akan dapat dengan mudah menebak konten yang ada di blog kamu secara umum.

Untuk memudahkan kamu dalam menggabungkan keyword, ada beberapa tools online yang bisa kamu gunakan untuk mencari kombinasi yang pas untuk nama domain kamu:

5. Tidak menggunakan nama yang terlalu panjang

Semakin pendek tentunya akan semakin baik. Menggunakan nama domain yang terlalu panjang akan menyulitkan pengunjung untuk mengingatnya kembali.

Dengan banyaknya pemilik nama domain saat ini, kamu tentu akan kesulitan untuk mencari nama domain pendek yang tersedia. Apalagi kalau kamu harus mencocokannya dengan niche blog kamu.

Jadi kalaupun kamu terpaksa menggunakan nama yang panjang, usahakan menggunakan kata umum/keyword yang disambung dengan baik agar pengunjung dapat dengan mudah menghafal nama domain blog kamu.

6. Tidak mengikuti kata yang sedang trend

Kalau kamu ingin memiliki blog dalam waktu yang lama, hindari menggunakan kata-kata yang menjadi trend di rentang waktu tertentu saja.

Hal ini juga berlaku untuk penggunaan tahun pada nama domain. Kecuali kamu memang membuat blog/website khusus untuk event di tahun tersebut, hindari penggunaan nama tahun.

7. Hindari pelanggaran hak cipta

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kamu tidak memilih nama domain yang memiliki persamaan, bahkan pelesetannya sekalipun, dengan brand lain yang sudah lebih dahulu populer, apalagi kalau kamu berada pada niche yang sama.

Jadi bila kamu menemukan nama domain yang kamu inginkan, lakukan pencarian terlebih dahulu dengan Google/Bing untuk mengetahui apakah nama tersebut ‘aman’ untuk digunakan.

Bagaimana cara mendaftarkan nama domain?

Hampir semua penyedia jasa layanan hosting memberikan layanan pendaftaran nama domain gratis bila kamu menggunakan paket yang mereka tawarkan. Seperti Niagahoster yang akan memberikan kamu satu nama domain secara cuma-cuma untuk semua paket hosting yang mereka tawarkan.

Untuk kamu yang berpikir untuk membeli nama domain saja dan tetap menggunakan hostingan gratis dari WordPress atau Blogger, Niagahoster juga menyediakan layanan pembelian nama domain dengan harga yang terjangkau. Hanya dengan Rp55,000 kamu sudah bisa memiliki nama domain kamu sendiri dengan ekstensi .id, cukup murah bukan?

Selain itu, kamu juga bisa mendaftarkan nama domain kamu di penyedia layanan khusus nama domain seperti NameCheap.

Jadi, tunggu apa lagi. Buat website kamu lebih kredibel dengan nama domain kamu sendiri sekarang juga!

Image credit: Graphiqastock / Freepik for cover image, Firstsiteguide for domain name structure inspiration.

Tulis pertanyaan dan saran pada kolom komentar di bawah ini. Kalau pos ini membantu kamu, jangan segan untuk berbagi dengan yang lain ya.

Posted in Trivia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *