Cara Buat XML Sitemaps Pada Website WordPress

Bila kamu membaca artikel ini, kamu mungkin sudah tahu apa itu sitemaps? Pada dasarnya, sitemaps dapat memberitahu mesin pencari seperti Google dan Bing bagaimana struktur konten sebuah website. Dengan adanya sitemaps, proses perayapan dan pengindeksan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Dan ini adalah langkah penting dalam strategi SEO. Pada artikel kali ini saya akan menunjukan bagaimana cara membuat sitemaps pada website WordPress.

Bila kamu memiliki website baru, mungkin kamu bertanya-tanya, “kapan website saya akan muncul di hasil pencarian Google?”

Satu hal yang harus diketahui bahwa Google harus mengindeks situs kamu terlebih dahulu sebelum website kamu bisa muncul di hasil pencarian Google. Proses ini bisa saja terjadi secara natural, namun biasanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama sampai Google bisa ‘mengenali’ situs kamu.

Jadi tidak heran bila banyak pertanyaan bagaimana caranya agar website bisa diindeks dengan cepat oleh Google.

Salah satu cara untuk mempercepat proses ini adalah dengan membuat sitemaps dan mengajukannya ke mesin pencari seperti Google atau Bing.

Apa itu peta situs (sitemaps)?

Google Sitemaps adalah experimen yang diluncurkan pada 2005 untuk membuat web yang lebih baik bagi webmaster dan penggunanya[1]. Dua tujuan utama dari program ini adalah untuk menginformasikan Google konten yang ada pada website kamu dan memastikan semuanya dapat terindeks oleh Google.

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sitemaps, kamu harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara mesin pencari seperti Google mengindeks situs kamu.

Dalam memetakan seluruh konten yang ada di web, Google dibantu oleh software web crawler untuk menemukan pos, laman, dan konten penting lainnya. Perayap ini akan mencari dan mengikuti link dari satu link ke link lainnya dan mengumpulkan data tersebut ke server Google. Bila situs kamu sudah dirayapi oleh bot ini, maka Google akan mengindeks konten yang ada pada situs kamu dan baru kemudian website kamu bisa muncul di hasil pencarian Google.

Sitemap mempercepat proses ini dengan menyediakan web crawler Google sebuah peta. Dengan begitu perayap Google tidak perlu lagi mencari link satu persatu dan akan lebih mudah menemukan di mana lokasi konten kamu berada. Inilah yang membuat pos dan laman website kamu bisa secara tepat dan cepat terindeks oleh Google.

Selain memberikan info mengenai link baru, sitemap juga menyediakan informasi tambahan lain seperti waktu terakhir kamu mengupdate sebuah laman, seberapa sering update tersebut dilakukan, dan seberapa penting sebuah laman. Info tambahan ini jelas akan mengoptimalkan kerja bot mesin pencari.

Bila kamu memiliki media seperti gambar dan video, sitemap bahkan bisa membantu kamu memberikan informasi tambahan agar Google dapat melihat lebih jelas konten tersebut. Seperti pada media berupa video, akan ada informasi tambahan mengenai durasi, kategori dan rating video tersebut. Sedangkan informasi tambahan yang ada pada media berbentuk gambar bisa berupa lisensi, jenis, dan materi pokok sebuah gambar.

Penting ngga’ sih bikin peta situs (sitemaps)?

Menurut Google, ya![2] Apalagi bila situs kamu memeiliki kriteria sebagai berikut:

  • Situs Kamu sangat besar. Ada kalanya perayap web Google melewati beberapa laman baru atau yang baru saja diperbaharui karena banyaknya konten yang kamu miliki.
  • Situs kamu berisi arsip halaman konten yang besar yang terisolasi atau tidak ditautkan satu sama lain dengan baik. Ini sering terjadi bila kamu memiliki satu pos yang terisolir dan tidak memiliki link internal ke pos atau laman yang lain. Dengan sitemap, kamu bisa memastikan kalau semua pos kamu terkait satu sama lain.
  • Situs Kamu masih baru. Google bot dan perayap web lainnya merayapi web dengan mengikuti tautan dari satu halaman ke halaman lainnya. Bila kamu memiliki situs baru, bukan tidak mungkin Google akan melewatkan laman kamu karena belum ada situs lain yang menaut ke halaman tersebut.
  • Situs kamu menggunakan konten media yang kaya, ditampilkan di Google Berita, atau menggunakan anotasi lain yang kompatibel dengan peta situs. Google dapat mengambil informasi tambahan dari peta situs untuk membantu dalam penelusuran, jika sesuai.

Mengetahui Bedanya XML dan HTML Sitemaps

Sebagai informasi, sitemaps memiliki dua macam format, yaitu XML Sitemaps dan HTML Sitemaps. Keduanya sama-sama berisi indeks yang ditujukan untuk mesin pencari, bedanya HTML Sitemaps memiliki struktur yang lebih mudah dibaca manusia sehingga berguna untuk pengunjung yang ingin megetahui apa saja isi situs kamu.

Lalu, format mana yang harus saya gunakan?

Hal yang paling umum dilakukan adalah menggunakan salah satunya. Kebanyakan blogger hanya menyediakan XML Sitemaps saja, karena indeks ini memang biasanya lebih ditujukan kepada mesin pencari. Bahkan plugin SEO seperti Yoast dan All-in One SEO juga hanya menyediakan fitur pembuatan XML Sitemaps saja.

Namun Matt Cutts sendiri dalam salah satu videonya pernah mengatakan bahwa HTML Sitemaps adalah cara yang fantastis untuk menyebarkan nilai PageRank di antara pos-pos yang kamu miliki. Dan tentu tidak ada salahnya kalau kamu memiliki keduanya, toh proses pembuatan keduanya cukup mudah dan cepat.

Cara membuat XML Sitemaps pada WordPress

Membuat XML Sitemaps untuk website WordPress caranya sangat mudah dan kamu tidak perlu repot-repot melakukannya secara manual. Selain tools online, WordPress memiliki banyak plugin yang bisa digunakan. Bila kamu memiliki plugin SEO seperti Yoast SEO atau All in One SEO Pack, kamu tidak perlu lagi memasang plugin khusus karena kedua plugin ini sudah memiliki fitur untuk membuat XML Sitemaps.

Bila kamu tidak memiliki keduanya, plugin Google XML Sitemaps adalah plugin terfavorit yang bisa kamu gunakan.

Setelah selesai membuat sitemap, jangan lupa untuk menyerahkannya kepada mesin pencari yang akan saya jelaskan langkahnya di akhir pos ini.

1. Cara membuat XML Sitemaps dengan plugin Yoast SEO

Plugin SEO adalah plugin wajib bagi blogger yang ingin situsnya muncul di halaman pertama mesin pencari Google. Dan Yoast SEO adalah plugin terfavorit dengan banyak fitur yang dapat membantu kamu meningkatkan nilai SEO seperti Keyword Optimization, Readability Check, Social Media Integration, Breadcrumbs, termasuk juga membuat XML Sitemaps.

Setelah memasang plugin Yoast SEO dan mengaktifkannya, kamu hanya perlu masuk ke menu SEO » XML Sitemaps kemudian klik tombol Enabled.

Di situ ada beberapa opsi untuk memilah-milih info apa saja yang ingin kamu masukkan ke dalam sitemaps. Satu fitur yang cukup menarik adalah kamu bisa memasukan daftar media yang kamu gunakan ke dalam sitemap. Dengan mengindeks media berupa gambar atau video, kamu berpotensi untuk meningkatkan traffic dari image search.

Bila sudah, Yoast SEO akan secara otomatis membuat sitemaps yang dapat kamu lihat melalui URL:

namasituskamu.com/sitemap_index.xml

Sitemap ini juga akan secara otomatis diupdate bila ada penambahan entry baru atau bila kamu melakukan modifikasi pada pos atau laman.

2. Cara membuat XML Sitemaps dengan plugin All in One SEO Pack

Setelah memasang dan mengaktifkan plugin All-in-One SEO Pack, kamu tidak bisa langsung membuat XML Sitemaps. Pertama-tama kamu harus mengaktifkan modul XML Sitemaps terlebih dahulu (tenang, ini gratis kok’). Caranya masuk ke menu All in One SEO » Feature Manager dan klik tombol Activate pada modul XML Sitemaps.

Aktifkan modul XML Sitemaps pada plugin All in One SEO Pack

Setelah aktif, akan muncul menu tambahan All in One SEO » XML Sitemaps di mana kamu bisa membuat sitemaps untuk Website WordPress.

Setelah selesai, kamu bisa melihat XML Sitemap yang sudah kamu buat di:

namasituskamu.com/sitemap.xml

3. Cara membuat XML Sitemaps dengan Google XML Sitemamaps

Bila kamu tidak memiliki kedua plugin SEO di atas, ada plugin khusus yang dapat kamu pakai untuk membuat sitemaps. Google XML Sitemaps dengan rating rata-rata 4.87 dan 2 juta lebih instalasi aktif adalah plugin terpopuler jauh mengungguli plugin lain yang sejenis.

Plugin ini cukup ringan dan diklaim tidak akan membuat situs kamu lambat. Selain itu plugin ini juga memilki suppport terhadap berbagai macam format laman dan custom URL. Dan bila terdapat perubahan, plugin ini akan secara otomatis memberitahu mesin pencari seperti Google, Yahoo, Ask, dan Bing.

Setelah kamu memasang dan mengaktifkannya, cukup masuk ke menu Settings » XML-Sitemap. Pada menu tersebut ada banyak opsi pengaturan yang dapat kamu atur sendiri seperti:

  • Post priority – Di sini kamu bisa mengatur mana laman yang harus menjadi prioritas. Kamu bisa mengaturnya agar plugin memprioritaskan sebuah pos berdasarkan jumlah komentar atau mengaturnya secara manual pada menu lainnya.
  • Sitemap content – Atur apa saja yang ingin kamu masukan ke dalam sitemap. Kamu bisa memilih pos, laman, kategori, hingga pengarang untuk diindeks oleh mesin pencari.
  • Excluded items – Ada kategori atau pos tertentu yang ingin kamu sembunyikan? Atur semuanya pada menu ini.
  • Priorities – Di sini kamu bisa mengatur bagian mana saja yang mendapat prioritas tertentu. Prioritas ditentukan dalam skala 0-1 dengan 0 menjadi nilai terendah.

Bila kamu bingung dengan menu di atas, cukup gunakan nilai default dari plugin tersebut. Setelah selesai, kamu dapat melihat XML Sitemap pada URL:

namasituskamu.com/sitemap.xml

Cara membuat HTML Sitemaps pada WordPress

Untuk membuat HTML Sitemaps, kamu bisa menggunakan beberapa plugin seperti Simple Sitemap, Simple WP Sitemap, atau SEO XML Sitemap. Selain membuat HTML Sitemaps, ketiga plugin ini juga bisa digunakan untuk membuat XML Sitemaps.

Namun pada contoh kali ini, kita akan menggunakan plugin WP Sitemap Page dari Tony Archambeau untuk membuat HTML Sitemaps. Dan sayangnya plugin ini hanya khusus untuk membuat HTML Sitemaps saja.

Wait, what? Kenapa ngga’ pake tiga plugin sebelumnya aja?

Yup, plugin ini memang sudah lama tidak diupdate dan menurut info hanya kompatibel dengan WordPress Versi 4.6 ke bawah. Namun dibandingkan dengan yang lain, plugin ini memiliki tampilan sitemap yang cukup baik dan memiliki menu pengaturan yang lebih lengkap dan mudah digunakan. Dan setelah dicoba plugin ini ternyata kompatibel dengan WordPress yang saya gunakan (saat ini versi 4.8.1). Tidak heran kalau plugin ini memiliki 100,000 instalasi aktif.

BIla kamu ingin melihat hasil jadinya, kamu bisa menengok sitemap bisablog. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Langkah #1: Install dan aktifkan plugin WP Sitemap Page.
  • Langkah #2: Masuk ke Pages » Add New untuk membuat laman baru.
  • Langkah #3: Beri judul baru ‘Sitemap’ kemudian masukan shortcode [wp-sitemap-page]
  • Langkah #4: Simpan laman baru yang berisi sitemap tersebut kemudian klik tombol terbitkan.
  • Langkah #5 (optional): Secara default HTML Sitemaps yang kamu buat akan berisi pos dan laman dengan pos dikumpulkan dalam masing-masing kategori. Bila kamu ingin mengubah susunan isi sitemaps, kamu harus melakukan sedikit modfikasi pada shortcode. Cara lengkapnya dapat kamu lihat pada menu Setting » WP Sitemap Page.

Memberikan Sitemap pada mesin pencari

Secara umum, kebanyakan mesin pencari dapat mengenali sitemap yang ada pada situs kamu dan mengindeksnya segera. Meskipun begitu, sangat direkomendasikan untuk mensubmit XML Sitemaps secara manual melalui webmaster tools yang ada pada masing-masing mesin pencari.

Saat ini ada begitu banyak mesin pencari mulai dari Google, Bing, Yahoo, Yandex, hingga Baidu. Tergantung target pasar blog kamu, mungkin kita tidak perlu mensubmit XML Sitemaps ke semua mesin pencari tersebut. Bahkan tidak masalah bila kamu hanya mengajukan XML Sitemap pada Google saja karena mesin pencari ini memiliki market share lebih dari 86% di seluruh dunia berbanding 9% market share gabungan Yahoo dan Bing[3].

1. Cara mengirim XMl Sitemaps ke Google

Untuk mengajukan XML Sitemaps ke Google, masuk ke laman Google Search Console dan login dengan akun Google kamu. Bila kamu belum pernah mendaftarkan situs kamu, klik tombol Add Property dan masukan URL situs kamu. Setelah itu kamu akan diminta untuk memverifikasi situs kamu.

Setelah selesai, klik nama website yang sudah kamu daftarkan dan masuk ke manu Crawl » Sitemaps. Setelah itu tekan tombol Add/Test Sitemaps dan masukan URL XML Sitemap yang sudah kamu buat.

Cara menambahkan sitemap melalui google search console

Meskipun kamu sudah menambahkan XML Sitemap bukan berarti Google akan segera mengindeks website kamu. Proses perayapan dan pengindeksan tetap akan memakan waktu meskipun biasanya tidak sampai 1×24 jam situs kamu sudah bisa muncul di hasil pencarian. Bila sitemaps sudah berhasil diindeks, maka tampilan laman tadi akan berubah menjadi seperti ini:

2. Cara mengirim XML Sitemap ke Bing

Untuk mengajukan XML Sitemaps ke Bing, masuk ke situs Bing webmaster dan buat akun baru terlebih dahulu. Bila sudah, masuk ke dasbor Bing webmaster dan klik menu Add a Site. Pada tahapan ini, selain memasukan URL situs, kamu juga akan langsung diminta untuk memasukan URL sitemap website tersebut.


Setelah selesai, jangan lupa untuk memverifikasi situs kamu yah!

Penutup

Membuat XML sitemap, baik melalui plugin khusus atau dengan plugin SEO, adalah langkah awal penting bila kamu ingin muncul di halaman pertama Google. Dengan sitemap, proses perayapan dan pembuatan indeks konten akan berjalan lebih cepat sehingga situs kamu bisa segera muncul di hasil pencarian.

Proses pembuatan XML Sitemaps juga cepat, mudah, dan hanya perlu dilakukan satu kali saja. Bila kamu sudah membuatnya, maka setiap penambahan entry baru dan semua modifikasi yang kamu lakukan pada pos atau laman yang lama dapat secara otomatis ditambahkan ke dalam sitemap untuk disampaikan ke bot mesin pencari.

Apakah kamu memilki pertanyaan seputar XML Sitemap pada WordPress? Jangan segan untuk menuliskan komentar kamu di bawah ini yah!

Posted in Wordpress.

Tulis komentar kamu di sini...

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz